Friday, October 31, 2014

Pulau Pamutusan

Racun kembali dilempar, begitulah istilah teman-teman di Padang Backpacker Community. Kali ini yang menjadi object adalah pulau pamutusan dimana mereka yang telah pergi duluan dengan senang hati memamerkan keindahan pulau yang masih asri damai sentosa dan pemandangan underwater_nya luar biasa, mereka foto bareng bintang laut dan memakai special costume yang membuat semua mata menjadi merasa pengeeeeeeeeen banget kesana, Kereeeeeeeeeeen... dan racun pun tlah menjalar ke aliran darah I sendiri yang menghasilkan sebuah Ide. I begitu exciting untuk hal yang menantang seperti ini. Anda berhasil melempar racun, kawan ^_^.

Persiapan pun I lakukan, mulai dari hunting peralatan snorkeling bersama iyai, nyiapin pakaian renang muslimah [nggak mungkin donk ii pake bikini disana, apa kata duniaaaaa??], kemudian
persiapan baterai camera, dan tentunya banyak membaca artikel serta mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan perjalanan ke pulau ini.

I coba menghubungi beberapa orang teman yang sekiranya mau pergi trip bareng dan itu nggak mudah, karena diantara mereka memiliki kesibukan masing-masing, ada yang kerja, kuliah bahkan ragu dalam menentukan keputusan. beberapa kali perjalanan tertunda karena cuaca [sehari sebelum keberangkatan terjadi hujan badai dan itu menakutkan bagi I yang tidak memiliki keahlian berenang, bagaimana mungkin I bisa pergi dalam kondisi seperti itu, walaupun ada life jacket yang membantu.. Ogah deh, bisa mati tagak apak mbo dek e tuwh, nak gadih kesayangannyo ilang, wkwkwk] dan beberapa hal teknis lainnya.

Finally, hari yang ditunggu tlah tiba.
Kami berempat yaitu I dan ketiga orang "sanak" lainnya [Bang Uul, Bang Afdal n Adi] sepakat untuk berangkat pada senin pagi, tidak menggunakan jasa Tour ataupun sejenisnya. Kami pergi dengan minimal budget, share cost and share foods dengan konsep backpacker, secara teknisnya I bertemu dengan Bang Ul di depan Basko yang kemudian menjemput Bang Afdal di Parker dan bertemu dengan Adi di Lamtamal AL Bungus..

Perjalanan darat menggunakan motor akan berakhir di daerah Sungai pisang bungus, sebelumnya I dah pernah kesini ketika trip pulau pasumpahan dan tentunya tak asing lagi dengan nelayan yang akan menemani kami berlayar menuju pulau pamutusan. "Ayah Ali" dan perahu kesayangan beliau "Ridho Ilahi" serta tiga life jacket yang beliau miliki adalah penyelamat kami, jiaaaaaaahhhh..

[kita mulakan perjalanan laut kita, sanak ^_^ ]

Bagaimana serunya trip kali ini, yukkk ikuti dan biarkan gambar yang bercerita, Check it Out Babe...

[tak sabar rasanya ingin menginjakkan kaki di atas pasir pamutusan]

[inikah yang namanya batu lemari?? hmm, nice]

[Kejernihan airnya menyuguhkan pemandangan bawah laut nan aduhai (tepian Pulau Sikuai)]

[Nih, kami baru sampai di Pamutusan Island, So Wonderful]

[Tatanan batang kelapa ini sekarang tentunya sudah menjadi dermaga yang lebih kokoh] 
Macam tetanic action pula tuwh, Sayangnya... cuma sendiri, Uhuuuuy

[So confuse, mau snorkeling dimana... dua lokasinya sama2 cihuy sih..]

[Finally, I ketemu bintang laut dan mengajaknya berpose bersama, haha]

[Whahaha... Iyai kelelep cuy.. Makanyaaaaa, ntu life jacket dipake bukannya di pegangin gitu ajah]

[Korban keganasan Puting Beliung yang terlempar dari atas buayan, Ups sorry.. sakit yakkk, hihi, Peace Yai]





Biaya yang dikeluarkan selama perjalanan ini dapat diketahui dari rincian berikut ini:
  • Transportasi darat : isi bahan bakar sendiri-sendiri, yang penting full tank deh ya.. 
  • Makan siang: IDR 15.000/ orang
  • Sewa perahu: IDR 70.000/ orang
  • Biaya kebersihan pulau: IDR 15.000/ orang
Udah, segitu aja biayanya... termasuk kategori murah kan..
Nah, bagi sobat yang mau refreshing fikiran dan cuci mata bisa kunjungi pulau ini..
O iya, disini juga ada penginapan lho, klu mau camp juga bisa.
bukit yang berada di belakang penginapan juga bagus untuk lokasi foto-foto.
Selamat menikmati perjalanan sobat ^_^




No comments:

Post a Comment