Monday, July 28, 2025

mengenali sifat anak sendiri

Kebanyakan para orangtua malah tidak mengenali anaknya sendiri, mereka sibuk dengan aktifitas mereka yang MENURUT mereka sudah maksimal membersamai anak. Mereka berfikir hanya dengan memenuhi kebutuhan dasar (makan, pakaian, jajan) anak, itu sudah cukup. Padahal, anak-anak butuh perhatian lebih dari itu, mereka butuh didengarkan, mereka butuh dipahami. Kebanyakan orangtua malah menuntut anak yang harus memahami orangtua, anak yang wajib patuh dengan orangtua, mereka lebih memikirkan betapa susahnya mengurus anak dan memenuhi kebutuhan anak.

Tapi tidak berlaku ke semua orangtua yaaa... apalagi kalau kondisi orangtua sudah mapan dan semua kebutuhan dasar anak sudah terpenuhi dengan mudah.

Nah, kondisi mayoritas orangtua tersebut juga mampir dalam kehidupan i. I hanya sibuk dengan dunia i, i sering fokus pada diri sendiri, i sering berdrama dengan diri sendiri tanpa menyadari sudah melibatkan anak-anak i, i sendiri yang merusak kejiwaan anak-anak i. Seharusnya i merencanakan sebelumnya dan mengonsep peradaban seperti apa yang akan i ciptakan dalam keluarga ini. Anak-anak seperti apa yang akan i bentuk. Ya Rabb, apa i masih ada kesempatan untuk merubahnya?

Sekarang per tanggal 29 juli 2025, i sudah memiliki 3 orang anak. Harusnya i sudah bisa manajemen kehidupan i. Tidak hanya mengurus diri sendiri, tapi 3 anak. I harus berubah. I harus kuat. I harus paksakan diri untuk bertahan dan konsisten dengan kemampuan i. I harus bisa.

I mencoba untuk mengenali anak2 i sementara waktu ini;
Anak pertama, sepertinya suka dipuji, suka hal-hal baru yang menantang dan suka mencari perhatian dan kadang melakukan hal yang negatif seperti merebut mainan adik untuk diperhatikan. Tapi respon dari kami malah memarahi dan membentaknya serta sering mengancamnya. 
Uni sering menawarkan bantuan kepada oranglain walaupun tidak diminta dan dibutuhkan, walhasil kerjanya jarang yang dihargai orang dan dimanfaatkan oranglain.

Anak kedua, suka menunda-nunda dan manja, mudah merajuk dan suka teriak marah-marah. Dulu, kami tak pernah marah padanya, tapi sekarang sejak punya bayi ke 3 kami sering marah padanya karena melihat dirinya yang sering berisik dan seperti geram pada adiknya.

Anak pertama dan kedua sering tidak akur, i merasa mereka punya tabir dan membatasi kedekatan hati mereka berdua. Sedih sih melihatnya, karena dari rahim yang sama tapi tidak punya kedekatan hati bersaudara. Anak pertama malah sering memprioritaskan saudara sepupunya yang bekum tentu menghargainya dibanding adik kandungnya sendiri. Semoga Allah mengikat hati anak-anak i dalam persaudaraannya.

Tapi, walaupun anak-anak ini sering i jahatin, mereka selalu mau maafin ii, mereka selalu mau bantu ambilkan minum dikala i sakit, bantu pijat2 i dikala badan sakit dan terasa remuk. Mereka anak baik.

Anak ketiga, karena masih berusia 3 bulan 28 hari jadi belum keliatan bagaimana sifatnya, hanya saja i merasa dia punya kedekatan lebih ke abu nya dibandingkan ke ii. Mau sama i hanya karena mau nenen aja. 

Ya sudahlah...
I harus benahi pikiran i.
I harus kuat kuat.
I harus tunjukkan bahwa i bisa.
I harus bisa.
I mau jadi seorang ibu yang baik.
I mau jadi ibu yang disenangi anak-anak.
I harus PUASA EMOSI.
Bismillaah.

Saturday, July 12, 2025

ahad kedua juli 2025

I sepertinya sudah menderita kelainan mental. Drama yang i lakoni sungguh memuakkan. Ternyata apa yg i lakukan direspon secara nyata oleh tubuh ini. Tak bisa dia membedakan mana yg halusinasi dan mana yg nyata.

Berada di kondisi yang membingungkan, melibatkan anak-anak dan keluarga ini. Kemaren tubuh i kejang2 beberapa saat tapi i masih dalam kondisi sadar. Kaku rasanya badan2 ini, dilanjutkan dengan mulut yang tak mau bicara karena merasa bosan dan muak mendengar suara sendiri yang sering menyakiti hati anak2 dengan bentakan, walhasil i seperti orang bisu. 
I harus bagaimana?
Kepala i seperti berada di awang-awang, tiba2 saja waktu berlalu dan berlari sangat cepat meninggalkan ii di kesemuan. 

Andai i bisa mengontrol hati, perasaan dan tindakan ii dikeluarga ini, mungkin i bisa lebih baik.

Andai i bisa mengatur waktu sebaik mungkin melaksanakan agenda yang ii catat mungkin banyak hal yang bisa i kerjakan.

Andai i bisa melakukan semuanya sendiri tanpa adanya emosi dan teriakan serta rengekan tangisan anak mungkin i bisa lebih bergairah menjalankan hidup.

Andai i bisa menahan hawa nafsu ii untuk sekedar makan ini makan itu yang harganya diatas kemampuan ii, mungkin i tak kan perlu memakai uang yang bukan hak ii dan pusing memikirkan bagaimana cara menggantinya.

Andai i bisa lebih sabar lagi

Andai i bisa lebih sadar lagi

Andai i bisa lebih konsisten.

Terimakasih wahai dirimu yang selalu mendampingi kondisi hidup i yang bagai rollercoaster ini, tanpa mengeluh dan menyakiti.

Sunday, June 8, 2025

Ahad kedua juni 2025

Dear ger,
Hari ini aku capek.
Badan terasa linu, leher ngilu digerakkan dan menoleh, matapun rasanyabingin terpejam saja.

Idul 'Adha tahun ini tanpa dihadiri Suami, Mama maupun Anak gadis kedua. Sepi? Tentu, sedih? Wajar aja. Tapi ada yang buat aku bahagia ger, what is it? Berhubung  Papa ikut qurban, jadi kemaren i minta ijin ke beliau untuk minta daging jatah qurban untuk dibagikan ke orang2 terdekat ii yg membutuhkan. Syukurnya beliau mendukung dan i bagikan ke 3 orang. Semoga mereka bahagia bisa merasakan daging qurban. Aamiin.

Truz, ada berita gembira juga 1 lagi, sebelumnya aku ajukan lamaran kerja sebagai PTU di SIT Al Madaniy lubukbasung dan lulus tahap 1, besok aku dijadwalkan mengikuti tes selanjutnya yaitu wawancara, baca alquran, microteaching dan storytelling.

Semoga aja aku bisa melalui tesnya dengan baik dan lancar. Aamiin

Dah ya ger, aku mau shalat ashar dulu. Capek dan ngantuk dah mulai menghampiri lagi nih.🔥🔥🔥🔥

Wednesday, May 21, 2025

dear blogger

Saat ini i ga punya tempat untuk bercerita, karena banyak pertimbangan jika mengeluarkan kalimat dari lisan ii ini akan menambah beban fikiran org yg mendengarkan. Rasanya sudah cukup i bercerita kepada mereka yg tak memberikan respond yg i butuhkan ya karena mereka punya fikiran sendiri jg kan yaa.

Bercerita kepada Allaah? Mau banget, tp koq ya banyak godaannya, i tak bisa fokus dan akhirnya buyar. Rasanya masalah i masih bertumpuk di dalam dada dan kepala ii ni.

Dear ger,
Kira2 apa yang kamu rasakan saat pasanganmu ketahuan menonton adegan ML oranglain dari hp mu sendiri yang mana kamu sangat membenci hal itu sejak awal.
Rasanya jijik jika mengetahuinya. 
Bukan karna rendah diri, tp karna kualitas pasanganmu yang rendah. Ahh, kamu kan ga punya perasaan ya ger? Haha. Kocak ya pertanyaannya. Ga pa pa lah aku cerita sendiri ger.. paling ga, i bisa mengeluarkan kata2 ini. Biarlah... toh nanti i juga akan lupa.

Jika dikilas balik, sejak awal pertemuan dengannya i sudah merasa tak nyaman, baik dari segi tampilannya maupun gesturnya... saat skrining di KUA i juga dibuat tak nyaman dengan polah tingkahnya yang ditemani kawan karibnya, saat i sakit menjelang akad pun dia datang membezuk dan i tak ridha menemuinya ternyata memberi bawaan yang jadi cumeehan pula bagi i. saat akan akad nikah pun rasanya i tak ridha, seakan ada firasat tak baik yang akan i jalani. Malam pasca akad, kami sekamar dan tentu saja i masih tak ridha dia melihat aurat i dan i kabur ke kamar atas karena tak nyaman sekamar dengannya. Untungnya saat itu Haid datang menghampiri, sehingga i tak disentuhnya pasca akad.

Tiba saatnya menjelang acara walimahan di kampungnya, dalam perjalanan kesana kami saling diam, dan posisi duduk di bus pun tak selayaknya pengantin baru dimana sang suami melindungi istrinya. None! Dia malah duduk di dekat jendela dan tidur sepanjang jalan. Huffft.

Sesampainya di kampungnya, hal ini pertama kali setelah i sah jadi istrinya. Bagaimana respon keluarganya? I tak disambut dengan baik, mereka cuek dan tak peduli dan tidak mengajak i untuk ngobrol walau hanya sekedar basa basi, tentu saja hal ini membuat i bengong. I yang baru sampai disana disuruh tarok barang bawaan di ruang TV dan ditinggal. Dia sibuk sendiri dan bolak balik di rumah itu, katanya sih sedang menyiapkan kamar di lantai atas, dan saat dia akan pergi meninggalkan rumah untuk membeli beberapa perlengkapan kamar i sungguh tak nyaman dan jadi pengen ikut saja karna i tak nyaman dirumah itu.

Ketika i ke lantai atas ingin melihat serupa apa kamar pengantin baru yang disiapkan keluarganya, i kaget. Ini bukan kamar ger, ini GUDANG KAYU!!! Astaga.. tak ada tempat tidur dan kasur, yg ada sarang laba2 karna dah lama ditinggal. 😅🤦